Jumat, 31 Januari 2014

PIL KB PRIA

BAB I
PENDAHULUAN
A.   LATAR BELAKANG
Peningkatan partisipasi pria dalam Program KB dan Kesehatan Reproduksi adalah langkah yang tepat dalam upaya mendorong kesetaraan gender, meningkatkan kesehatan ibu, memerangi HIV/AIDS  serta penyakit menular seksual dan menyukseskan pencapaian pembangunan Milenium (MDGs) 2015. Dalam MDGs isu pertumbuhan penduduk, keluarga berencana dan kesehatan reproduksi tidak disebutkan secara eksplisit, namun banyak studi membuktikan MDGs tidak mungkin dicapai jika persoalan dasar kependudukan tidak ditangani dengan baik.
Kontrasepsi bukanlah tanggung jawab perempuan saja, sudah saatnya pria juga berpartisipasi memikirkannya. Apalagi apabila sang isteri sudah merasa tidak nyaman dengan kontrasepsi yang digunakannya, karena timbul efek samping seperti kegemukan, tekanan darah tinggi, dan perdarahan per vaginam. Terbatasnya akses informasi dan akses pelayanan Kontrasepsi pria dan minimnya kualitas pelayanan yang belum sesuai harapan, terbatasnya pilihan cara dan metode Kontrasepsi pria yakni kondom dan MOP, serta rendahnya dukungan politis dan sosial budaya.
Sebagai alternatif, pria di Indonesia dapat memilih kondom atau vasektomi (kontrasepsi bedah).Sedangkan pil KB pria masih dalam tahap uji klinis. Saat ini keikutsertaan pria menggunakan alat KB hanya 1,6 persen. Jauh lebih rendah dibanding wanita yang mencapai 98,4 persen. “Penemuan metode  baru kontrasepsi pria ini diharapkan bisa memberikan alternatif pilihan ber-KB bagi pria.
Pria merupakan fokus baru untuk program KB yang selama ini belum banyak diperhatikan.Kontrasepsi pria mempunyai harapan perkembangan yang cukup luas di masa datang, dengan ditemukannya hasil penelitian baru. WHO sebagai badan kesehatan dunia telah membentuk suatu Task Force untuk mencari atau mengembangkan metode pengaturan kesuburan pria yang aman, efektif, reversibel dan dapat diterima, serta memonitor keamanan dan efektifitas metode yang ada.
Kami tertarik mengambil topik Metode Kontrasepsi Pria Terbaru yaitu dalam rangka  meningkatkan hasanah ilmu  pengetahuan dalam bidang Kesehatan khususnya perkembangan ilmu-ilmu baru yang menjadi trend dan issue di masyarakat sehingga kita bisa mengikuti perkembangan Ilmu dan teknologi terkini.

B.  TUJUAN
1.      Tujuan Umum
Mengetahui tentang macam-macam metode kontrasepsi yang terbaru bagi pria
2.      Tujuan Khusus
    1. Memahami Pengertian Kontrasepsi
    2. Mengetahui Manfaat Kontrasepsi
    3. Mengetahui Alasan Pria Melakukan Kontrasepsi
    4. Mengetahui Pilihan Kontrasepsi Pria yang Sesuai

BAB II
TINJAUAN TEORI
A.    PENGERTIAN KONTRASEPSI
Kontrasepsi asal kata dari ‘kontra’ yang berarti mencegah/ menghalangi dan ‘konsepsi’ yang berarti pembuahan/pertemuan antara sel telur dengan sperma. Jadi kontrasepsi diartikan sebagai cara untuk mencegah terjadinya kehamilan sebagai akibat pertemuan antara sel telur dengan sperma. Kontrasepsi dapat menggunakan berbagai macam cara, baik dengan menggunakan hormon, alat ataupun melalui prosedur operasi.
B.    MANFAAT KONTRASEPSI
Kontrasepsi sangat berperan dalam meningkatkan kesehatan ibu melalui pengaturan jarak kehamilan, selain itu dengan kontrasepsi maka kita juga dapat melakukan perencanaan keluarga termasuk didalamnya pengaturan jumlah anak
C.    ALASAN PRIA MELAKUKAN KONTRASEPSI
Selama beberapa dekade, banyak yang beranggapan bahwa pria tidak tertarik untuk “ikut bertanggung jawab” terhadap kesuburannya atau berpartisipasi melakukan kontrasepsi. Tetapi sebuah penelitian terbaru yang melibatkan sekitar 9000 pria di 9 negara menunjukkan bahwa lebih dari 60% laki-laki di negara Spanyol, Jerman, Mexico dan Brasil menunjukkan kesedian mereka untuk menggunakan kontrasepsi untuk pria supaya para pasangannya dapat terbebas dari beberapa efek samping penggunaan kontrasepsi, selain itu mereka juga ingin lebih terlibat dalam hal pengendalian kesuburannya
D.    Pil Kontrasepsi Non Hormonal
1.  Ekstrak Tanaman Gandarusa (Justicia gendarussa)
Saat ini tengah dikembangkan metode kontrasepsi bagi pria dari ekstrak tanaman Gandarusa.Adalah salah seorang peneliti dari universitas Airlangga Surabaya, Drs. Bambang Prayogo, Apt. yang meneliti khasiat dari tanaman Gandarusa dan pengaruhnya sebagai kontrasepsi alami bagi pria.Kandungan kimia tanaman gandarusa adalah Alkaloid, saponin, Flavonoid, Polifenol, Alkaloid yustisina dan minyak atsiri, bagian tanaman yang digunakan adalah seluruh bagian tumbuhan.
Tanaman gandarusa  memiliki sifat antispermatozoa, dan saat ini proses penelitian tersebut sudah memasuki uji klinis. Menurut Drs. Bambang, cara kerja senyawa ekstrak gandarusa ini mirip seperti metode hormonal KB. Yakni menurunkan aktifitas enzim hialuronidase didalam spermatozoa, sehingga sel sperma tidak mampu menembus sel telur
Pada fase pertama penelitiannya, dia melibatkan 36 subyek sehat dan subur. Setelah itu, baru melipatkan gandakan obyek penelitian menjadi 120 pasangan usia subur (PUS). Dari hasil uji klinik tersebut, ternyata 100 persen memiliki hasil maksimal.Tidak terjadi kehamilan pada si wanita.“Dalam uji coba ketiga ini saya telah mengujikan hasil temuannya kepada sekira 350 pasangan muda subur.Proses uji coba ini masih berjalan dan sebentar lagi akan mendapatkan hasil yang maksimal.”
Untuk membuat kapsul dibutuhkan waktu yang sangat lama.Bukan hanya satu atau dua tahun, tetapi membutuhkan waktu puluhan tahun karena langsung bersentuhan dengan masyarakat.“Mulai mencari bahan, memproses secara ilmiah yang benar-benar steril, hingga pengujian di masyarakat.Dalam uji coba itu, pasangan muda harus minum kapsul setiap hari sekali selama 30 hari.”
Serangkaian penelitian panjang selama bertahun-tahun ini memang benar-benar membuktikan ekstrak daun gandarusa sudah terbukti efektif untuk mencegah kehamilan bagi sang istri. “Meski berhubungan dengan pasangan, dengan mengonsumsi pil KB pria ini secara teratur kelahiran bisa dicegah.Bahkan para pria yang merupakan akseptor KB tersebut mengaku makin jantan,” terang ahli farmasi sekaligus pencetus ide awal Pil KB Pria.
Saat ini proses pengembangan itu sudah selesai, sehingga 2014 diperkirakan pil KB pria pertama di dunia ini bisa dikonsumsi oleh masyarakat.
Yang menarik, karena dari penelitian didapati penggunaan pil KB khusus pria ini tak akan mengakibatkan menurunnya gairah seks. Pria yang mengonsumsinya dijamin tetap bisa melakukan rutinitas pemenuhan kebutuhan batinnya, tanpa takut pasangannya mengalami kehamilan.Jadi tak perlu takut. Hanya saja yang perlu dicatat adalah  jika benar ini sudah diedarkan jangan sampai disalah gunakan,
Gandarusa, merupakan tanaman herbal yang sudah dimanfaatkan oleh sebagian besar masyarakat sebagai tanaman obat.Menurut situs Wikipedia, tanaman gandarusa ini Selain memiliki sifat antispermatozoa juga memiliki efek analgetik, antidiuretik.Menurut salah seorang pembudidaya gandarusa, Tini Hartini, Gandarusa ini bisa digunakan sebagai obat anti nyeri ketika keseleo.
E.    Memilih Kontrasepsi Pria yang Sesuai
Untuk dapat memilih kontrasepsi pria yang sesuai dengan kebutuhan, maka informasi yang jelas sangat dibutuhkan.Selain itu adanya saling pengertian dan komunikasi yang baik dengan pasangan sangat diperlukan, terutama mengenai masalah efektifitas, keamanan, kebebasan dari efek samping akibat penggunaan kontrasepsi tertentu, biaya yang dikeluarkan dan kepercayaan baik pada pria ataupun wanita.
E.           Cara Mengkonsumsi
Diminum setiap hari seperti pil kontrasepsi wanita dimana Pil Tersebut diminum Pada Jam yang sama dan pada hari yang berbeda, contohnya : Pada Hari senin Pria meminum Pil KB pada jam 1 siang dan itu berarti Pada hari berikutnya atau pada hari selasa sampe hari minggu pria minum pil kb pada jam 1 pula.

BAB III
KESIMPULAN
  1. Kontrasepsi bukanlah tanggung jawab perempuan saja, sudah saatnya pria juga meningkatan partisipasi dalam Program KB dan Kesehatan Reproduksi adalah langkah yang tepat dalam upaya mendorong kesetaraan gender.
    1. Pria merupakan fokus baru untuk program KB yang selama ini belum banyak diperhatikan. Kontrasepsi pria mempunyai harapan perkembangan yang cukup luas di masa datang, dengan ditemukannya hasil penelitian baru untuk mencari atau mengembangkan metode pengaturan kesuburan pria yang aman, efektif, reversibel dan dapat diterima, serta memonitor keamanan dan efektifitas metode yang ada.
    2. Kontrasepsi untuk pria bertujuan supaya para pasangannya dapat terbebas dari beberapa efek samping penggunaan kontrasepsi, selain itu mereka juga ingin lebih terlibat dalam hal pengendalian kesuburannya
    3. Terdapat beberapa metode terbaru dalam hal kontrasepsi untuk pria, seperti : RISUG (Reversible Inhibition of Sperm Under Guidance), Pemanasan, Pendekatan Imunologis, Metode Hormonal, Metode Non Hormonal ( Ekstrak tanaman Gandarura dan Bahan BMS 189453 yang dapat mengeblok reseptor asam retinoat (suatu zat untuk metabolisme vitamin A), Nefidipin.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar